biasanya setiap saya pulang, sebagian besar waktu saya dihabiskan di rumah saja. tapi tidak kali ini. saya memutuskan untuk mengunjungi suatu tempat yang dulu menjadi "sekolah" kedua semasa kumincir SMA dulu sembari mengenang masa lalu sambil jumatan. ya, mesjid Cikiray entah apa nama mesjidnya, lupa...
semuanya nampak berubah, berubah total...dan saya gak yakin masih ada peradaban yang tersisa dari "rezim" terdahulu, pikir saya ketika berdiri di dipan pintu sebelah selatan. saya lalu mengambil air wudhu (sempat mencari2 tempat wudhu karena keder sama mesjid yang jadi tambah bagus) lalu saya masuk lewat pintu selatan itu. baru beberapa langkah, tiba2 triing!!!! saya melihat akang2 dengan JUKO (baju koko), pus sarung dan pecinya. beberapa detik saya palingkan wajah, karena ga yakin beliau masih kenal sama saya. tapi akhirnya saya tersenyum dan bersalaman, tanya kabar, tanya dimana saya sekarang, dan bertanya saya seangkatan sama siapa dulu, saya jawab seangkatan sama Aditya Yudhistira (salah satu sahabat terbaik saya) :) dan beliau memberi info bahwasanya sodara Aditya Yudhistira udah beristri (padahal mah saya tau, kan saya ikut ke acaranya mang Adit hehe). satu pertanyaan, siapakah si "beliau" dalam cerita ini pemirsa? sampai saat itu saya ga tau siapa si akang yang tampan tapi tak saya kenali itu.
saya mengambil posisi di shaf kedua sebelah kiri, dengan harapan bisa menyaksikan secara live khutbah ini. setelah shalat sunnah saya membaca Al-Islam yang saya ambil di pintu masuk, sembari melihat ke sekeliling siapa tau ada yang kenal. satu persatu jamaah mulai berdatangan, tokoh masyarakat pun mulai mengisi shaf pertama, seperti Pa Usman,dan bapak yang tidak saya ketahui namanya (angger pohoan sayah mah). reuwas lain heureuy saat dari belakang saya ada yang memegang jaket yang saya pake. saya menoleh kebelakang dan.... seorang bapak2 bilang sama saya "eh itu jaketnya ga kebalik ya?". gubrag!!!! saya yg lagi kaget menjawab "ini jaketnya bolak balik pak!!" sambil senyum pikalucueun :)
"kemaren ikut aksi?" tanya bapak2 itu sambil menunjuk halaman belakang Al-Islam yang saya pegang
"kebetulan ngga pak, bapak sendiri ikut?" saya berbalik nanya
"saya ikut yang di pusat" sambil tersenyum khas bapak2
pertanyaan selanjutnya siapakah bapak2 tersebut? lagi2 saya lupa namanya...(ngerakeun)
selama khutbah berlangsung, jujur saya ngga terlalu memerhatikan isi khutbah tersebut. yang saya pikirkan hanya cerita2 keren masa lalu di tempat itu, kumpul bareng, belajar, diskusi, eleg, bahkan gegelutan :D
ternyata dari tempat itu lah perjuangan dimulai. saya saat itu ngerasa seperti si Aang saat kembali ke kuil udara selatan dan kuil udara timur. tak ada gyatso, yang ada hanya guru pathik, hehehe.... tak banyak orang yang bisa ditemui, tapi tempat itu tak akan pernah lupa. mungkin hanya ada 2 perasaan saat berada di tempat itu, bangga dan menyesal. bangga bagi kita yang masih terus berjuang, dan menyesal bagi kita yang melepas jubah perang berhenti berjuang dengan alasan apapun itu. dan akhirnya TRIIIIIING!!!!!! dan ternyata saya ingat, bapak2 yang ngome2 jaket saya adalah orang yang sering saya temui saat masiroh, ataupun kajian ideologis, "ternyata kita rekan seperjuangan, Tuan..."
setelah selesai rangkaian sholat jumat, saya pulang. baru beberapa langkah berjalan tiba2.. AHHA!!!! orang yang saya sapa pake baju koko, sarung, berpeci itu adalah kang Iyus pemirsa!!! orang yang dulu berjuang bersama saya dikala muda, subhanallah (18 nov 2011)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar