dan lihatlah kini ku berhenti berlari,
menepi dan menggapai akar yang tak lagi kekar,
berdiri bersandar pada dinding kenyataan,
menatap belakang tanpa penyesalan,
akankah semuanya tetap bisu,
kelu diantara mulut yang membeku,
menari disekitar kebohongan,
menghitung detak nadi dalam kesendirian,
dalam persembunyian……
dan mentari kan slalu memberi,
memberikan harap pada jiwa-jiwa yang siap,
jiwa yang selalu menengadah saat yang lain tertunduk,
jiwa yang selalu tegak berdiri saat yang lain tersungkur,
biarkan smuanya kembali seperti semula,
menepis semua debu yang mengotori harapan,
dan setelah itu,
cahaya baru kan datang menjemputmu,
dengan sejuta pesona membuat mu terpana.
*migrasi: http://my.opera.com/dealfyanov/blog
Tidak ada komentar:
Posting Komentar