Dear violin,
Entah kenapa akhir-akhir ini aku ingin sekali menulis.
Mungkin karena beberapa tahun ini aku enggan menulis, atau mungkin memang tak
ada waktu lagi untuk menulis. Semua cerita mengendap di kepalaku ini, berkarat
bahkan sebagian yang lain menguap dan terbawa angin. Lembaran episode cerita
yang biasanya tercatat rapih di buku harian, kini hilang begitu saja. Entah
kemana.. hanya kemampuan mengingat lah yang sekarang ini aku
andalkan,semampuku.
Dan sekarang aku banyak diam, mungkin diam adalah caraku
merangkai kasih. Kasih yang selama ini aku ragukan keberadaannya. Siapa yang
kini mengukir kasih?? Aku, ya aku yang sedang mengukir kasih untukmu.
Seketika setelah semua hilang, berakhirlah semuanya.
Assalamualaikum kang, kita sama-sama blogger sukabumi
BalasHapuskita ramekan yuk saling follow memfollow. ^_^
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus